Kamis, 22 Maret 2012

cerpen # 1


Cemburu Menguras Hati
                                                                Oleh Nur Hasanah

            Pagi itu aku terbangun mendengar nyanyian burung yang terdengar merdu ditelingaku. Aku pun segera bangun dan merapikan tempat tidurku. Lalu aku pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan menunaikan sholat subuh. Setelah selesai, aku segera mandi dan bersiap - siap  menyambut kedatangan sepupuku dari Yogyakarta. Ya, hari ini memang ia dan keluarganya akan datang. Tepat pukul 8 pagi orang yang kutunggu akhirnya datang. Kami pun saling melepas rindu dengan berbincang - bincang di ruang keluarga.
            “Bagaimana dengan sekolahmu Sha?” Tanya pamanku dengan logat jawanya yang masih sangat kental, sehingga membuat kami semua tertawa.
            “Alhamdulillah lancar, lalu bagaimana dengan kamu Put?” Tanyaku dengan penuh keceriaan.
            “Lancar juga kok Sha, tapi rencananya aku mau pindah sekolah disini.” 
            “Wah, aku bakalan senang sekali kok kalau kamu mau sekolah disini, karena kamu bisa satu sekolah sama aku dan kita bisa berangkat bareng.” Jawabku dengan sangat antusias.
            “Iya……, aku juga senang sekali kok kalau bisa sekolah disini.”
            Perbincangan kami harus terhenti ketika kami akan melakukan makan siang. Dan setelah makan siang, kami melanjutkan perbincangan kami kembali.
   *     *    *  
            Tidak terasa, sudah satu minggu keluarga pamanku ada dirumahku. Mereka pun akan segera kembali ke Yogyakarta. Namun, Putri, sepupuku akan tetap berada disini karena ia akan melanjutkan sekolah di Jakarta.
            Tepat hari senin, adalah hari pertama Putri sekolah di Jakarta. Pagi -pagi sekali ia sudah sangat sibuk mempersiapkan diri untuk bersekolah. Kami sekeluarga pun dibuat terheran - heran melihat tingkah Putri. Pukul 6.15 kamipun berangkat sekolah.
            Sesampainya di sekolah, aku segera mengantar Putri ke ruang guru. Setelah selesai aku segera masuk ke kelasku. ketika memasuki kelas aku telah disambut oleh dua sahabatku, Reva dan Arin.
            “Selamat pagi Tasha!” Sambut mereka dengan berseri - seri.
            “Selamat pagi,” sahutku singkat.
            Kami pun segera duduk di tempat duduk kami masing - masing karena bel tanda masuk telah berbunyi. Bu Indah, guru bahasa inggris kamipun juga telah memasuki kelas. Bu Indah masuk kelas dengan membawa Putri. Bu Indah lalu memperkenalkan Putri kepada kami. Setelah selesai memperkenalkan Putri, bu Indah segera menyuruh Putri duduk di bangku sebelah Fandi. Seketika aku merasa sangat cemburu, namun aku segera memendam perasaan itu dan berkonsentrasi pada pelajaran bahasa inggris bu Indah.
            Setelah pelajaran bahasa inggris berjalan sekitar 30 menit, bu Indah lalu mengumumkan kepada kami untuk mengerjakan tugas tambahan.
“Anak - anak, berhubung sebentar lagi akan ujian akhir semester, maka ibu akan memberikan tugas tambahan kepada kalian,” perintah bu Indah.
“Tugas apa bu?” Kamipun bertanya secara serempak.
“Tugas kalian yaitu membuat karangan bahasa inggris yang bertema alam yang akan dikerjakan secara kelompok. Setiap kelompok terdiri dari tiga anak,” bu Indah menjelaskan dengan sangat bijaksana.
Dan ternyata aku satu kelompok dengan Putri dan Fandi. Disatu sisi aku sangat senang bisa satu kelompok dengan Fandi, namun disatu sisi aku juga sangat kesal karena harus satu kelompok dengan Fandi dan Putri.
         *    *    *
            Dua hari setelah pengumuman tugas tambahan yang diberikan oleh bu Indah, aku, Putri dan Fandi pun segera menyusun rencana untuk mengerjakan tugas itu. Namun semakin hari aku semakin kesal karena melihat Putri yang semakin dekat dan akrab dengan Fandi. Meskipun demikian, aku tetap tidak bisa marah karena bagaimanapun Putri adalah sepupuku. Hampir setiap hari aku harus selalu menahan rasa sakit hatiku karena sering melihat Fandi dan Putri berduaan.
            Hari ini rencananya aku, Fandi dan Putri akan mengerjakan tugas dirumahku. Namun karena aku harus mampir ke toko buku, Fandi dan Putri aku biarkan untuk pulang terlebih dahulu. Sesampainya di rumah, mereka pun segera mengerjakan tugas. Mereka terlihat sangat akrab dan dekat sekali. Aku yang baru dating pun kaget melihat mereka yang sedang berduaan. Hatiku bagaikan tersayat sembilu melihat kedekatan mereka. Sampai - sampai aku tak menyadari buku yang aku bawa terjatuh di lantai, “Brakkkkkkk…….” Seketika Fandi dan Putri menoleh kearahku.
            “Tasha……,” ucap  Fandi dan Putri hampir bersamaan.     
            Aku pun segera lari kekamarku. Putri tampak mengejarku dan mencoba menjelaskan semuanya padaku. Namun aku tetap tidak menggubrisnya dan terus menangis tersedu - sedu. Fandi yang merasa bingung pun ikut membujukku agar mau keluar kamar.
            “Tasha, buka pintunya dong! Kita bisa bicarain ini baik - baik kok.” Bujuk Fandi dengan lembut dan penuh perhatian.
            “Sudahlah Fan, kamu pulang saja. Aku sedang ingin sendiri.”
            Malam harinya setelah selesai makan malam, Putri mendekatiku dan meminta maaf.
            “Sha, aku minta maaf ya untuk yang tadi siang.”
            “Sudahlah Put, ini semua bukan salah kamu kok. Jadi kamu tidak perlu minta maaf. Aku tahu ini semua memang salahku sendiri. Aku menyukai laki - laki yang tidak pernah menyukaiku. Seharusnya aku tahu dari awal kalau semua ini pasti akan terjadi.” Aku bercerita sambil menahan air mataku.
            Setelah aku selesai menceritakan semuanya kepada Putri, aku lalu meninggalkan Putri sendirian di meja makan.
        *    *    *
            Keesokan harinya, aku berjalan sendirian di taman setelah pulang sekolah. Aku memikirkan semua peristiwa yang terjadi padaku akhir - akhir ini. Tiba - tiba ada seseorang yang memanggilku. Aku menoleh kebelakang dan aku melihat sosok Fandi berjalan kearahku  dan mengajakku untuk duduk di kursi taman.
            “Sha, ada yang mau aku bicarain sama kamu,” Fandi memulai pembicaraan diantara kami.
            “Apa yang mau kamu bicarain sama aku?” Tanyaku dengan suara lirih.
            “Sebenarnya selama ini aku tidak ada hubungan apa - apa dangan Putri. Kalaupun kita sering ngobrol bareng, itupun kita pasti membahas tentang pelajaran,” Fandi menjelaskan dengan panjang lebar.
            “Lalu apa hubungannya sama aku?” Tanyaku lagi.
            “Aku tahu Sha, kamu cemburu. Kamu pasti salah paham antara aku dan Putri.”
            “Lalu, setelah kamu tahu aku cemburu, apa yang ingin kamu lakukan?”
            “Aku cuma ingin kamu tahu, kalau aku sayang sama kamu,” kata - kata Fandi yang terakhir itu membuatku sangat kaget. Akupun merasakan darahku seperti berhenti mengalir.
            Setelah Fandi menjelaskan semuanya padaku, akupun merasa sangat terharu. Aku tidak menyangka kalau selama ini Fandi menyimpan rasa yang sama denganku. Dan mulai hari ini kami telah resmi berpacaran.
            Ketika aku telah sampai di rumah, aku segera mencari Putri dan meminta maaf karena telah salah paham padanya. Putri pun mau memaafkanku. Lalu kami saling berpelukan dan bercanda lagi seperti dahulu. Dan pada akhirnya semua akan menjadi indah pada waktunya.



                                    ~SELESAI~






Tidak ada komentar:

Posting Komentar